SMPN 1 Pacitan berada di Jalur Merah Tsunami, sebuah label yang membawa konsekuensi kesiapsiagaan yang serius. Oleh karena itu, SMPN 1 Pacitan menggelar Latihan Kesiapsiagaan Evakuasi Tsunami Tiga Hari Berturut-turut. Intensitas latihan yang luar biasa ini adalah respons proaktif untuk memastikan setiap siswa dan guru memiliki reaksi otomatis, terstruktur, dan tanpa panik saat bencana tsunami terjadi, meminimalkan waktu respon yang krusial.
Latihan Kesiapsiagaan Evakuasi Tsunami selama tiga hari berturut-turut ini dirancang untuk mencapai memorized response atau respons yang terekam dalam ingatan otot. Siswa dilatih untuk tidak panik, segera mengenali tanda-tanda tsunami (gempa kuat, air laut surut mendadak), dan bergerak menuju jalur evakuasi yang telah ditentukan tanpa instruksi tambahan, mengutamakan kecepatan dan kedisiplinan. Hari pertama fokus pada evakuasi dari kelas, hari kedua dari halaman sekolah, dan hari ketiga dari lokasi luar sekolah.
Sebagai Sekolah di Jalur Merah, SMPN 1 Pacitan telah memetakan jalur evakuasi vertikal (naik ke lantai atas gedung) dan horizontal (lari ke perbukitan terdekat). Latihan ini mencakup simulasi lari ke tempat tinggi yang menjadi titik kumpul aman mereka. Siswa diajarkan untuk selalu membawa tas siaga bencana mereka yang sudah disiapkan di bawah meja, berisi kebutuhan dasar seperti peluit dan air minum.
Menggelar Latihan selama tiga hari berturut-turut memastikan bahwa kesiapsiagaan menjadi kebiasaan baru, bukan hanya pelatihan tahunan yang mudah dilupakan. Latihan ini juga mencakup simulasi komunikasi antar guru dan pengecekan jumlah siswa di titik kumpul untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Siswa diajarkan pentingnya evakuasi mandiri, karena bantuan dari luar mungkin terlambat datang di masa krisis pasca-gempa besar.
Latihan Kesiapsiagaan yang intensif ini juga melibatkan orang tua dan komunitas setempat. SMPN 1 Pacitan bekerja sama dengan kepala lingkungan untuk memastikan bahwa seluruh warga Pacitan di sekitar sekolah juga sadar akan jalur merah dan prosedur evakuasi yang benar untuk seluruh keluarga, menciptakan respons komunitas yang terpadu.
Evakuasi Tsunami membutuhkan kecepatan ekstrem. SMPN 1 Pacitan menggunakan pelatihan ini untuk mengukur waktu respons (target di bawah 10 menit) dan memperbaiki titik kemacetan evakuasi, memastikan alur pergerakan siswa lancar dan efisien. Pacitan harus menjadi contoh kesiapsiagaan di wilayah pantai rawan tsunami, dengan SMPN 1 sebagai pionirnya.