Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), fokus pada proyek kelompok menjadi metode unggulan untuk melatih siswa belajar bekerja sama, sebuah keterampilan esensial di dunia modern. Kolaborasi tidak hanya meningkatkan pemahaman akademis tetapi juga mengembangkan kemampuan sosial yang krusial untuk masa depan mereka. SMP Harapan Jaya, misalnya, secara konsisten mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam kurikulumnya, memastikan setiap siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif.
Salah satu implementasi nyata adalah proyek “Kampanye Kesehatan Sekolah” yang digagas oleh siswa kelas 8 pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Dalam proyek ini, siswa dibagi menjadi beberapa tim, dengan setiap tim bertanggung jawab atas aspek berbeda, seperti riset topik, pembuatan poster edukasi, atau presentasi di depan kelas. Mereka memulai riset pada Senin, 8 September 2025, pukul 09.00 WIB, di perpustakaan sekolah, dan kemudian mempresentasikan kampanye mereka kepada seluruh warga sekolah pada Jumat, 3 Oktober 2025. Proyek ini dipantau langsung oleh Bapak Danang Wijaya, guru mata pelajaran IPA, yang bertindak sebagai fasilitator. Pendekatan semacam ini secara efektif melatih siswa belajar bagaimana mengidentifikasi masalah, merencanakan solusi, dan mengeksekusinya secara kolektif.
Selain proyek akademik, sekolah juga mendorong kolaborasi melalui kegiatan non-akademik. Contohnya, “Lomba Kebersihan Antarkelas” yang diadakan setiap bulan pada minggu kedua. Setiap kelas bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kerapian area mereka. Penilaian dilakukan setiap Jumat, pukul 14.00 WIB, oleh tim guru piket yang terdiri dari Ibu Sari dan Bapak Anton. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk melatih siswa belajar bertanggung jawab bersama demi mencapai tujuan kolektif.
Dukungan dari pihak eksternal juga turut memperkuat upaya ini. Pada Selasa, 21 Oktober 2025, pukul 10.00 WIB, seorang perwakilan dari Kepolisian Sektor Sehat Sentosa, Aiptu Rita Dewi, akan memberikan ceramah tentang pentingnya kerja sama tim dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat. Ini adalah bagian dari strategi holistik untuk melatih siswa belajar berkolaborasi dengan kesadaran akan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, SMP bertekad membentuk siswa yang tidak hanya pintar secara individu, tetapi juga cakap dalam bekerja sama dan memecahkan masalah secara tim.