Menciptakan ekosistem pendidikan yang ideal memerlukan sinergi antara kurikulum yang berkualitas dan kondisi fasilitas fisik yang menunjang. Di Sulawesi Selatan, SMPN 1 Parepare telah menetapkan standar tinggi dalam pengelolaan area belajar melalui sebuah Strategi Kebersihan Lingkungan yang komprehensif. Strategi ini bukan sekadar rutinitas menyapu halaman, melainkan sebuah sistem manajemen fasilitas yang terintegrasi dengan pendidikan karakter siswa. Dengan memastikan setiap jengkal area sekolah bebas dari limbah dan debu, institusi ini berhasil menciptakan ruang publik yang memanusiakan manusia, di mana setiap individu merasa dihargai melalui penyediaan lingkungan yang sehat dan tertata rapi.
Langkah awal dari strategi ini adalah penguatan tata kelola sampah di sumbernya. Pihak sekolah menyediakan sarana pemilahan yang sangat informatif di setiap koridor kelas. Siswa diedukasi untuk memahami perbedaan karakteristik limbah plastik, kertas, dan sisa organik. Di SMPN 1 Parepare, Kebersihan Lingkungan dijaga melalui jadwal piket yang tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga pada pengawasan. Ada “Duta Kebersihan” di setiap kelas yang bertugas memastikan rekan-rekan mereka mematuhi protokol sanitasi. Dengan adanya pengawasan teman sebaya (peer monitoring), tingkat disiplin siswa meningkat secara alami karena adanya rasa tanggung jawab kolektif untuk menjaga martabat kelas mereka masing-masing.
Selain manajemen sampah, penataan vegetasi menjadi pilar kedua dalam strategi ini. Sekolah menyadari bahwa tanpa tanaman yang rimbun, area sekolah akan terasa gersang dan panas. Oleh karena itu, dilakukan penanaman pohon peneduh secara masif di area lapangan dan selasar. Upaya ini membuat Sekolah Jadi Nyaman karena suhu udara mikro di lingkungan sekolah menurun secara signifikan. Oksigen yang dihasilkan oleh pepohonan tersebut memberikan kesegaran bagi para siswa, sehingga mereka tetap bugar saat mengikuti jam pelajaran yang padat. Keberadaan taman-taman kecil di depan kelas juga memberikan efek relaksasi visual, mengurangi kelelahan mata setelah berjam-jam menatap buku pelajaran atau layar gawai edukatif.
Kondisi yang Asri di SMPN 1 Parepare juga didukung oleh kebijakan penghematan air dan energi. Sistem drainase sekolah diatur sedemikian rupa agar air hujan tidak menggenang dan menjadi sarang nyamuk, melainkan dialirkan ke lubang-lubang biopori untuk meresap kembali ke tanah. Pengetahuan praktis ini diberikan kepada siswa agar mereka memahami siklus alam secara nyata.